Sore itu hujan deras dan berangin, sampai-sampai listrik di komplek perumahan ku mendadak padam. Gelap gulita. Suasana mendadak hening, yang terdengar hanya gemuruh hujan dan juga petir yang bersahutan. Disaat seperti ini yang bisa ku lakukan hanya diam dibalik selimut biru langit dengan motif awan milikku. Jujur saja kalau diriku ini paling takut dengan suasana seperti ini. Namun tiba-tiba benda pipih yang aku letakkan di nakas samping tempat tidur berbunyi tanpa henti, menandakan banyaknya pesan masuk. Memberanikan diri untuk melihat siapa yang spam pesan sebanyak ini. Mataku berbinar ketika mendapati nama yang hampir dua minggu ini hilang tanpa kabar. Dengan perlahan aku membaca setiap kalimat yang tertera dalam bubble chat , menyaratkan bahwa tidak perlu mengkhawatirkan dirinya, mengingat di tempatnya kini sedang dilanda hujan deras hingga banjir. Aku tersenyum lega. Terima kasih sudah memberi kabar meski ku tahu kamu sedang dalam kesibukan yang padat. Maaf...