Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Mengabari

Sore itu hujan deras dan berangin, sampai-sampai listrik di komplek perumahan ku mendadak padam.  Gelap gulita. Suasana mendadak hening, yang terdengar hanya gemuruh hujan dan juga petir yang bersahutan.  Disaat seperti ini yang bisa ku lakukan hanya diam dibalik selimut biru langit dengan motif awan milikku. Jujur saja kalau diriku ini paling takut dengan suasana seperti ini. Namun tiba-tiba benda pipih yang aku letakkan di nakas samping tempat tidur berbunyi tanpa henti, menandakan banyaknya pesan masuk.  Memberanikan diri untuk melihat siapa yang spam pesan sebanyak ini. Mataku berbinar ketika mendapati nama yang hampir dua minggu ini hilang tanpa kabar.  Dengan perlahan aku membaca setiap kalimat yang tertera dalam bubble chat , menyaratkan bahwa tidak perlu mengkhawatirkan dirinya, mengingat di tempatnya kini sedang dilanda hujan deras hingga banjir. Aku tersenyum lega. Terima kasih sudah memberi kabar meski ku tahu kamu sedang dalam kesibukan yang padat. Maaf...

Merindu.

Kalau kata Dilan ke Milea "Rindu itu berat biar aku saja", Tapi dengan bangganya aku selalu bilang kalau aku juga mampu kalau hanya sekedar menahan rindu.  Lihat betapa takaburnya aku ini, kamu pasti tidak akan suka dengan sikap ku yang satu itu, ku coba perbaiki perlahan ya.  Kali ini sepertinya aku mulai paham dengan apa yang Dilan katakan kepada Milea bahwa biar ia saja yang merindu karena hanya ia yang mampu, sedang aku?, sepertinya aku mulai terkikis oleh rasa rindu yang amat sangat, rasa rindu yang meski ku teriakkan tidak akan hilang rasa sesaknya.  Berbagai cara sudah aku coba untuk menghilangkan rasa rindu ini, mulai dari melihat foto serta video yang berisi dirimu, tapi ntah mengapa rasanya semakin rindu hingga timbulkan sesak di dada. Rasanya ingin sekali aku menghampiri dirimu yang ribuan kilometer jauh dari tempatku berpijak hanya untuk melepas rindu.  Kali ini aku mohon jangan terlalu lama memberi kabar.            ...